Penanganan ikan dari hulu ke hilir
Penulis : Suci Asrina Ikhsan, S.Pi., M.Si. dan Sumartini, S.Pi., M.Sc.
Sinopsis : Ikan merupakan produk pangan yang tergolong bersifat perishable food (mudah rusak). Saat ikan mati, kemunduran mutu segera dimulai, tahapan awal kemunduran mutu ikan dengan siklus autolisis, kerusakan kimiawi, kerusakan mekanis dan dilanjutkan kerusakan mikrobiologi. Banyak faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan ikan segar di atas kapal saat penanganan. Teknik penanganan dan pengawetan ikan merupakan hal penting yang harus dilakukan dalam industri perikanan karena akan sangat mempengaruhi nilai jualnya. Tujuan dari penanganan dan pengawetan ini yaitu menjaga kualitas ikan hingga ke tangan konsumen.
Salah satu upaya penanganan ikan yang baik dengan menerapkan sistem rantai dingin (cold chain system), sistem rantai dingin ini harus diterapkan mulai saat ikan ditangkap sampai ke tangan konsumen. Saat ikan tertangkap dengan menggunakan alat tangkap seperti alat tangkap pole and line dan purse seine memberikan perbedaan dalam proses penanganan karna jenis alat tangkap yang digunakan berbeda maka dari itu nelayan harus paham dengan prinsip penanganan. Penerapan sistem rantai dingin ini juga harus didasarkan pada prinsip penanganan yang cepat, bersih, cermat dan dingin (quick, clean, careful, and cool). Kegiatan penanganan harus dilaksanakan dari hulu dan hilir, dimulai kegiatan penangkapan hingga ke pengolahan menjadi produk dan dikonsumsi. Penanganan dan pengawetan yang tepat dan baik dapat menghasilkan komoditas yang prima, nilai jual yang tinggi, dan dapat memperluas akses pasar. Hal ini secara tidak langsung berpotensi meningkatkan pendapatan nelayan.